the ganisse



winner or loser

menjadi pemenng dan pengalah adalah sebuah pilihan.tetapi juga juga sebagai kebutuhan.bagaimana tidak,dari waktu ke waktu,masa ke masa, dunia sudah penuh dengan orang yang mengakui dirinya hidup di jaman globalisasi.zaman yang hidup dengan IT yang serba modern,kasus belanja para wanita wanita komersil dengan standar yang tidak mau dibilang “kampungan”  , kemana mana menenteng handphone yang sedang in ,  dengan harga 8 juta rupiah , untuk kecantikan saja mereka bisa menghabiskan berjuta juta.Saya ingat beberapa minggu yang lalu,ketika saya menonton sebuah acara reality show yang kerjaanya sangat gak penting sekali . Milih milih laki 2 atau perempuan “single” dengan seenaknya jika menolak tinggal mencet mencet tombol merah.Ketika itu tinggal ada 2 wanita yang mempertahankan lampunya,begitu chocky sitohang menyebutnya . Sudah diberikan pertanyaan yang diajukan oleh si laki laki.laki laki(lk),perempuan pertama(pr1),perempuan(pr2).

lk:jika boleh saya tahu,berapa anggaran belanja untuk anda sendiri perbulan?

pr1:jujur yaa..20 juta(waow..!angka yang fantastis untuk saya…!)

pr2:kalau saya butuh,saya akan membeli pa yang saya butuhkan(tapi kalau dia butuh mobil mahal misalnya , maka paling tidak dia akan mengeluarkan sejumlah uang yang menurut saya tidak dalam jumlah sedikit)

maka tralala…yang dipilih adalah pilihan ke 2.paling tidkak pr 1 sangat kecewa.Tetapi  pr1 juga paling tidak tau kalo , cowok gk suka ama cewek” boros” right..?dan laki laki , mungkin dia juga tidak bisa seenaknya memtikan lampu pr 1 tanpa tahu alasan sebenar benarnya. Biarkan melalui penjajakan step by step.(masalahnya ini kudu miliih!!!).dan oilaa pr 2 menjadi pemenang.jika selama ini dia bisa mengalah dengan nafsu “perempuan”maka sekarang dia bisa menjadi pemenang.

Lain lagi dengan kisah nyata yang saya alami sendiri . Seperti beberapa waktu yang lalu sebut saja Tuan Tuan Hebat.Mereka adalah kakak yang cukup saya kenal dan kmi pernah melakukan kesenangan bersama sama.Pertemuan kami diawali dengan saat saya masih menjadi seorang junior di sebuah ekskul yang menurut saya sangat wonderfull.bagaimana tidak,ketika saya dan teman teman (dalam organisasi pertama yang kami ikuti,) tidak memberikan kecocokan prinsip,saya malah menemukan keluarga baru.keluarga yang akan hadir dengan tangan terbukanya . Waktu itu ada sebuah event dan saya adalah salah satu anak buah mereka.Nah mana saya tahu kalau orangnya itu kelewat baik.Jika anda bertemu dan sekilas mengenalnya,maka anda akan merasa “waduh bisa biasa aja gak si” karena mereka adalah orang yang susah ditebak . Waktu berlalu , saya sedikit demi sedikit kenal tidak sekilas degan mereka.jika bahasa di plurk,begitu adik kels saya sangat mnyukai jejaring sosial tersebut maka respon saya untuk mereka adalah 10.oo (ya, sepuluh … angka fantastiss..!).maka di twitter saya akan menjadi follower mereka.Tidak hanya dari saya , dari pendapat kakak kelas saya pun ,mereka juga memuji kinerja mereka yang tidak bisa di anggap remeh.tidak cukup halaman yang saya tuliskan mengingat kelakuan mereka yang semena mena tapi bertanggung jawab.tidak cukup kertas dan bolpoin jika menceritakan tentang kisah hidup mereka,nasihat mereka,guyonan mereka.semuanya hanya bisa saya simpan dalam kotak memori saya.
Asal tau saja , mereka adalah bagi saya anaka anak yang hiperaktif .Bagi saya mereka adalah guyonan hahahaha.waktu itu ada biasalah , sekolah saya sangat aktif.Suka mengadakan perlombaan.Nah waktu itu tiba waktunya untuk  futsal.yah futsal .Mereka yang mengaggap futsal sebagai permainan”harga diri” .Begitu yang sering saya tangkap dari pembicaraan yang slama ini sering saya dengar.Jadi waku itu sebutlah salah satu kelas yang identik dengan “salalu menang” di dalam permainan,mengalami peristiwa yang kontras sekali dengan image yang mereka ciptakan.Mereka kalah..marah marah,gak terima,cuman gara gara kalah dengan kelas yah..yang menurut mereka tidak ada apa apanya dibandingkan dengan teman 2 mereka.Kelas itu adalah kelas dari salah satu tuan hebat yang saya kenal.
Ketika saya  tengah berkumpul dengan teman teman saya,maka hal yang paling panas untuk dibicarakan adalah ,yaitu tadi tentang kekalahan yang dialami oleh”kelas selalu menang futsal”.kami tidak habis pikir,ternyata teman teman saya pun terlihat aktif dalam mengamati situasi yang ada di sekolah ini . Ketika itu teman saya berkata “yah mereka harus dilatih dong mentalnya,menjadi mental seorang pengalah”saya pikir pikir ulang.bener juga apa yang teman saya ucap barusan.pemenang dan pengalah harus pernah kita rasakan.karena hidup didunia dalah bagaikan maen sandiwara..
kemudian saya merenungi apa yang teman saya bicarakan.gak selamanya pengalah adalah hal yang memalukan.karena mental pengalah sangat dibutuhkan..kalo kita maunya menang terus pasti tidak ada bedanya orng pintar dan orang bodoh,orang jahat dan orang baik..
is it right…??
kjj

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.